Minggu, 24 Maret 2013


KETIKA ALAM MULAI BISU
Karya TISYA QINTARI FADILLAH(ICHA)


Hentikan langkah yang menuju kemasa silam
Menapaki setiap debu jalanan dialam
Menuju arah kepuncakan
Yang kini semua mulai terasa berbeda
Langkah tak sama,jalan berbeda antara kita dan dunia
Menghembuskan nafas panjang
Berjalan dengan keheningan tanpa suara
Tanpa gangguan dan tanpa terpaan
Kupandangi langit yang menjulang tinggi
Diam disana tanpa suara
Mungkinkah kami mahluk bersalah
Kutapaki jalan yang sepi
Memandu kuasa hati
Yang terdiam tanpa liku jalanan lagi
Semua diam,semua beku
Mendiami hati dalam kegelapan
Dalam ruang yang gelap dan tempat yang semu
Tersimpan sebuah tanya ,
Dimana semua..

puisiKU


ENTAH
karya TISYA QINTARI FADILLAH

sendiri kuterdiam
dibawah cahaya yang temaram
berkawankan khayalan ,
yang terus menerus menari deipelupuk mata
berkawankan tulisan yang entah milik siapa..
aku bertanya pada semua yang ada
akan apa yang kurasa
tentang sebuah penantian yang tak kunjung datang
tentang rahasia kehidupan
yang selalu dirahasiakan
diam , diam dan diam..
tak tahu akan detik kemudian
 tentang kejadian yang tak mungkin
kutahui
tentang hamparan kasih saying yang terpendam
yang tak kutahu
kemana ?
kapan ?
dan kepada siapa akan kubentangkan

Harapan yang selalu ada
Karya Tisya Qintari

Kuberjalan ditengah kehampaan
Mengharapkan cinta kasihnya turun dibawah doaku
Bebatangan ranting berbicara menemaniku yang sepi
Bercerita bersama dedaunan yang layu..
Dia..
Jatuh tak terarah melepaskan diri dari jerat hidupnya..
Pergi tak tahu entah kemana..
Mencari tambatan hidup yang menerimanya..
Kini dedaunan mulai bertahan hidup tanpa rerantingan lagi..
Menemani diri yang selalu terasa sunyi
Bersama mimpi yang tak pasti..
Yang kupikir takkan mungkin kan terjadi
Angin memberi sepercik harapan
Menghantarkan dedaunan ketempat pengabadian
Memberi bukti dalam kehidupan
Dedaunan kan hidup tanpa menyalahkan ranting dan dunia
Dengan harapan yang di impikan..
Bersama cinta dan kasihNya


Hujan dan teduh

Hujan ..
Rintikanmu membasahi benakku,,
Mengingatkanku tuk kembali kemasa lampau..
Masa ketika aku masih bersamanya..
Bersamanya yang masih ku cinta..
Kini...
Semua seperti terbalik..
Dimana tiada rasa seperti dulu..
Tiada cinta layaknya dulu..
Kau pergi meninggalkanku..
Hanya...
Hanya kenangan manis yang ku kenang..
Hanya pahitnya hidup yang ku abadikan..
Hanya angin saksi semuanya..
Taukah kau..
Semua yang kita lewati..
Sadarkah kau..
Sulitnya mendapatkan sedikit hati..
Angin..
Aku dan dia bagaikan bulan dan bintang..
Terkadang bersama dalam kegelapan terkadang tidak.
Aku dan dia bagaikan hujan dan teduh..
Ditakdirkan tuk bertemu tapi tak ditakdirkan tuk bersama..
Karya : tisyaqifa(ICHA)

cerpenKU


KUTEMUKAAN CINTAKU DI PONDOK PESANTREN
By TISYA QINTARI FADILLAH

Allahuakbar..allahuakbar..
Suara merdu adzan telah membangunkanku dari tidur ku yang amat sangat lelap sekali,maklum semalam aku habis bercerita riang bersama sobat karibku JONI.
Oh iya hampir lupa,kenalkan namaku SYUKRI,aku hidup di pondok pesantren dari aku tamat SD tepatnya ketika  aku melangkah ke SMP/MTs. Awalnya sempat tak terima karena aku harus hidup serba mandiri,harus nyuci baju sendiri,gosok sendiri..ahh itu kan pekerjaan wanita.itulah yang pertama kupikirkan.tapi jauh lebih buruk,disini di pondok ini aku menikmati begitu tegasnya peraturan dan sulitnya hidup.
Hari-hari tetapku jalani hingga saat ini aku telah kelas 2 Madrasah Aliyah bersama sohibku JONI;orangnya tinggi dan aneh.
Ah perkenalan terus,tak terasa mataharipun sudah mulai melihatkan sosoknya ke santri di pondok . akupun buru-buru mandi agar tak telat kekelas,selesai mandi dan berpenampilan rapi,aku dan joni langsung berjalan ke madrasah.sesampainya dikelas akupun duduk dan bercerita ke joni tentang apa yang kami pikirkan agar sebelum ustadz datang,suasana tidak tegang dan tak garing.
Hari-hari berjalan seperti ini selalu.hingga tiba saatnya semua santriwan dan santriwati dikumpulkan di aula.
Mataku yang cekatan langsung mencari pujaan hatiku;syifa.ya nama juga pondok pesantren,sangat sulit untuk bertemu antara laki-laki dan perempuan.drappp!!! aku berserta hati dan seluruh jiwa ragaku tersenyum karena mataku berhasil menemukan yang kucari.
Aku dan syifa sudah kenal sejak awal masuk pondok pesantren ini.ya tapi sama-sama pemalu rasanya kami ini.
Entah berapa lama aku memandang syifa dari kejauhan hingga tak ku sadari muka joni,sahabatku telah tampak layaknya orang aneh dengan muka melongo.
“hahaha..muka mu jon” kataku sambil tertawa. “yee..gini gini masih mending daripada mukamu yang senyam senyum kek orang gila karena mandang syifa” bales joni tak mau kalah.
Aku hanya diam saja,tak banyak menanggapi apa-apa.
Dan entah hari ini hari ISTIMEWA ku , didepan aula aku melihat syifa dan beberapa temannya.aku memberanikan diri menegurnya.
“syifa,nunggu apa?” tanya ku
“trus kamu kira aku patung,gak ditegur gitu,syifa terus.yang care sama kamu itu aku.” Jawab shelly temannya syifa yang begitu syirik bilaku menegur syifa.
“kamu ini apaan si,aku Cuma nanya” jawabku tak terima
“aku lagi nunggu teman syuk,ayo kita ke asrama shell,jangan bertengkar gitu.kita anak pesantren,gak bagus gitu tingkah lakunya” kata syifa penuh kelembutan.
“iya deh fa” jawabku ,sementara shelly masih kumat kamit gak menentu.haiiyaah
Akupun  pulang ke asrama dengan joni dan teman-teman.
“sudahlah syuk,kalo kamu ntuh cinta ama syifa ya buat hubungan lah biar gak diganggu orang,ya meski...” kata joni sambil memutus pembicaraan.
“gak semudah itu jon,aku tak mau memilikinya sekarang,aku mau menanti hingga waktu yang tepat,manatau allah mmpertemukan kami di mahligai penikahan,siapa yang tahu??”
Berhari-hari,berbulan-bulan dan bertahun-tahun tak terasa telah berlalu ,perpisahan telah ku lalui,kisah pondok pesantren tlah ku nikmati dan tak terasa undangan pernikahan joni dengan shelly telah sampai padaku.
Joni telah berhasil merubah shelly menjadi orang yang sopan dan anggun dan berjiwa wanita yang dewasa.
Esokpun tiba,sampai aku dipesta pernikahan joni dengan shelly,aku pun mengucapkan selamat kepada joni dan aku berfhoto untuk kenangan bersama joni dengan shelly dan tak lupa bersama istriku tersayang,SYIFA.
R A S A      Y A NG     T E R I N D A H
Karya Tisya Qintari Fadillah

Manakala hujan mempertemukan masa itu..
Membuai lamunan terpaan angin
Memulai cerita kisah yang terindah
Membuat lamunan menjadi senyuman
Membaca hati lalu kehati

Cinta
Begitu mudah dia datang merasuk jiwa
Mempersunting diriku dengannya
Menghilangan hujan yang dibawa angin
Menggantinya dengan pelangi terindah
Mengguncang jiwa
Merusuh dihati
Mengkhayalkan masa depan
Bersama
Antara ku dan dirinya
LUKA DIBALIK SENYUMAN
Karya Tisya Qintari Fadillah

Terasa karena kau lakukan semua yang tak kuinginkan
Kau balas air susuku dengan tuba..
Merendap lara..hanya bisa menahan semua
Kau goresan cahaya lilitan merah dihati..
Kau banting,lukai,goreskan panah..
Kau sakitiku hingga luluh jiwa ini..
Cinta yang dulu kau beri kalu cercahi..
Rasa yang dulu kita kan abadi dihati..
Kumenahan,mencoba sembunyikan lara hati..
Cinta,duka,suka,tawa menjadi satu..
Dalam kalbu..
Berdusta,berbohong kan persaan yang kini hampir sirna
Karena cinta yang ku jaga kau buang dengan mudahnya
Kau sakiti aku dan aku hanya bersandiwara
Bersandiwara tertawa dibalik sebuah luka
Luka yang telah membekas
Dalam lara
Ku menangis...