KUTEMUKAAN CINTAKU DI PONDOK PESANTREN
By TISYA QINTARI FADILLAH
Allahuakbar..allahuakbar..
Suara
merdu adzan telah membangunkanku dari tidur ku yang amat sangat lelap
sekali,maklum semalam aku habis bercerita riang bersama sobat karibku JONI.
Oh
iya hampir lupa,kenalkan namaku SYUKRI,aku hidup di pondok pesantren dari aku
tamat SD tepatnya ketika aku melangkah
ke SMP/MTs. Awalnya sempat tak terima karena aku harus hidup serba
mandiri,harus nyuci baju sendiri,gosok sendiri..ahh itu kan pekerjaan wanita.itulah
yang pertama kupikirkan.tapi jauh lebih buruk,disini di pondok ini aku
menikmati begitu tegasnya peraturan dan sulitnya hidup.
Hari-hari
tetapku jalani hingga saat ini aku telah kelas 2 Madrasah Aliyah bersama
sohibku JONI;orangnya tinggi dan aneh.
Ah
perkenalan terus,tak terasa mataharipun sudah mulai melihatkan sosoknya ke
santri di pondok . akupun buru-buru mandi agar tak telat kekelas,selesai mandi
dan berpenampilan rapi,aku dan joni langsung berjalan ke madrasah.sesampainya
dikelas akupun duduk dan bercerita ke joni tentang apa yang kami pikirkan agar
sebelum ustadz datang,suasana tidak tegang dan tak garing.
Hari-hari
berjalan seperti ini selalu.hingga tiba saatnya semua santriwan dan santriwati
dikumpulkan di aula.
Mataku
yang cekatan langsung mencari pujaan hatiku;syifa.ya nama juga pondok
pesantren,sangat sulit untuk bertemu antara laki-laki dan perempuan.drappp!!!
aku berserta hati dan seluruh jiwa ragaku tersenyum karena mataku berhasil
menemukan yang kucari.
Aku
dan syifa sudah kenal sejak awal masuk pondok pesantren ini.ya tapi sama-sama
pemalu rasanya kami ini.
Entah
berapa lama aku memandang syifa dari kejauhan hingga tak ku sadari muka
joni,sahabatku telah tampak layaknya orang aneh dengan muka melongo.
“hahaha..muka
mu jon” kataku sambil tertawa. “yee..gini gini masih mending daripada mukamu
yang senyam senyum kek orang gila karena mandang syifa” bales joni tak mau
kalah.
Aku
hanya diam saja,tak banyak menanggapi apa-apa.
Dan
entah hari ini hari ISTIMEWA ku , didepan aula aku melihat syifa dan beberapa
temannya.aku memberanikan diri menegurnya.
“syifa,nunggu
apa?” tanya ku
“trus
kamu kira aku patung,gak ditegur gitu,syifa terus.yang care sama kamu itu aku.”
Jawab shelly temannya syifa yang begitu syirik bilaku menegur syifa.
“kamu
ini apaan si,aku Cuma nanya” jawabku tak terima
“aku
lagi nunggu teman syuk,ayo kita ke asrama shell,jangan bertengkar gitu.kita
anak pesantren,gak bagus gitu tingkah lakunya” kata syifa penuh kelembutan.
“iya
deh fa” jawabku ,sementara shelly masih kumat kamit gak menentu.haiiyaah
Akupun pulang ke asrama dengan joni dan teman-teman.
“sudahlah
syuk,kalo kamu ntuh cinta ama syifa ya buat hubungan lah biar gak diganggu
orang,ya meski...” kata joni sambil memutus pembicaraan.
“gak
semudah itu jon,aku tak mau memilikinya sekarang,aku mau menanti hingga waktu
yang tepat,manatau allah mmpertemukan kami di mahligai penikahan,siapa yang
tahu??”
Berhari-hari,berbulan-bulan
dan bertahun-tahun tak terasa telah berlalu ,perpisahan telah ku lalui,kisah
pondok pesantren tlah ku nikmati dan tak terasa undangan pernikahan joni dengan
shelly telah sampai padaku.
Joni
telah berhasil merubah shelly menjadi orang yang sopan dan anggun dan berjiwa
wanita yang dewasa.
Esokpun
tiba,sampai aku dipesta pernikahan joni dengan shelly,aku pun mengucapkan
selamat kepada joni dan aku berfhoto untuk kenangan bersama joni dengan shelly
dan tak lupa bersama istriku tersayang,SYIFA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar