Minggu, 24 Maret 2013

cerpenKU


KUTEMUKAAN CINTAKU DI PONDOK PESANTREN
By TISYA QINTARI FADILLAH

Allahuakbar..allahuakbar..
Suara merdu adzan telah membangunkanku dari tidur ku yang amat sangat lelap sekali,maklum semalam aku habis bercerita riang bersama sobat karibku JONI.
Oh iya hampir lupa,kenalkan namaku SYUKRI,aku hidup di pondok pesantren dari aku tamat SD tepatnya ketika  aku melangkah ke SMP/MTs. Awalnya sempat tak terima karena aku harus hidup serba mandiri,harus nyuci baju sendiri,gosok sendiri..ahh itu kan pekerjaan wanita.itulah yang pertama kupikirkan.tapi jauh lebih buruk,disini di pondok ini aku menikmati begitu tegasnya peraturan dan sulitnya hidup.
Hari-hari tetapku jalani hingga saat ini aku telah kelas 2 Madrasah Aliyah bersama sohibku JONI;orangnya tinggi dan aneh.
Ah perkenalan terus,tak terasa mataharipun sudah mulai melihatkan sosoknya ke santri di pondok . akupun buru-buru mandi agar tak telat kekelas,selesai mandi dan berpenampilan rapi,aku dan joni langsung berjalan ke madrasah.sesampainya dikelas akupun duduk dan bercerita ke joni tentang apa yang kami pikirkan agar sebelum ustadz datang,suasana tidak tegang dan tak garing.
Hari-hari berjalan seperti ini selalu.hingga tiba saatnya semua santriwan dan santriwati dikumpulkan di aula.
Mataku yang cekatan langsung mencari pujaan hatiku;syifa.ya nama juga pondok pesantren,sangat sulit untuk bertemu antara laki-laki dan perempuan.drappp!!! aku berserta hati dan seluruh jiwa ragaku tersenyum karena mataku berhasil menemukan yang kucari.
Aku dan syifa sudah kenal sejak awal masuk pondok pesantren ini.ya tapi sama-sama pemalu rasanya kami ini.
Entah berapa lama aku memandang syifa dari kejauhan hingga tak ku sadari muka joni,sahabatku telah tampak layaknya orang aneh dengan muka melongo.
“hahaha..muka mu jon” kataku sambil tertawa. “yee..gini gini masih mending daripada mukamu yang senyam senyum kek orang gila karena mandang syifa” bales joni tak mau kalah.
Aku hanya diam saja,tak banyak menanggapi apa-apa.
Dan entah hari ini hari ISTIMEWA ku , didepan aula aku melihat syifa dan beberapa temannya.aku memberanikan diri menegurnya.
“syifa,nunggu apa?” tanya ku
“trus kamu kira aku patung,gak ditegur gitu,syifa terus.yang care sama kamu itu aku.” Jawab shelly temannya syifa yang begitu syirik bilaku menegur syifa.
“kamu ini apaan si,aku Cuma nanya” jawabku tak terima
“aku lagi nunggu teman syuk,ayo kita ke asrama shell,jangan bertengkar gitu.kita anak pesantren,gak bagus gitu tingkah lakunya” kata syifa penuh kelembutan.
“iya deh fa” jawabku ,sementara shelly masih kumat kamit gak menentu.haiiyaah
Akupun  pulang ke asrama dengan joni dan teman-teman.
“sudahlah syuk,kalo kamu ntuh cinta ama syifa ya buat hubungan lah biar gak diganggu orang,ya meski...” kata joni sambil memutus pembicaraan.
“gak semudah itu jon,aku tak mau memilikinya sekarang,aku mau menanti hingga waktu yang tepat,manatau allah mmpertemukan kami di mahligai penikahan,siapa yang tahu??”
Berhari-hari,berbulan-bulan dan bertahun-tahun tak terasa telah berlalu ,perpisahan telah ku lalui,kisah pondok pesantren tlah ku nikmati dan tak terasa undangan pernikahan joni dengan shelly telah sampai padaku.
Joni telah berhasil merubah shelly menjadi orang yang sopan dan anggun dan berjiwa wanita yang dewasa.
Esokpun tiba,sampai aku dipesta pernikahan joni dengan shelly,aku pun mengucapkan selamat kepada joni dan aku berfhoto untuk kenangan bersama joni dengan shelly dan tak lupa bersama istriku tersayang,SYIFA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar